WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Recycle. Show all posts
Showing posts with label Recycle. Show all posts


Sampah plastik walau sering menimbulkan masalah bisa di olah menjadi barang yang bermanfaat. Alif Rahman Hakim dan Niko Abdian Gusti Rahman mereka adalah murid Sekolah Menengah Kejuruan 1 Singosari kabupaten Malang Jawa Timur yang telah menciptakan sebuah alat untuk mengolah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat , alat ini terinsipirasi dari banyak sampah plastik yang ada di sekolah mereka. Untuk itu mereka bertekad ingin mengolah sampah plastik supaya dapat di fungsikan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar dari pada menjadi limbah yang mengotori lingkungan.


Melalui penelitian dan pengerjaan selama 1 tahun dengan total biaya 7 juta rupiah mereka menciptakan sebuah alat pengubah sampah plastik menadi bahan bakar alternatif. Awalnya sampah plastik di pilah pilah dan dibersihkan kemudian di cuci dengan mengunakan air , setelah di jemur matahari hingga kering , plastik tersebut di bakar dalam ketel alumunium selama kurang lebih satu jam. proses pembakaran sampah anorganik tersebut menghasilkan 3 produk bahan bakar yaitu briket plastik, gas , serta bahan bakar minyak cair. Hasil berupa minyak cair tersebutlah yang menjadi target mereka.


Untuk 1 kg sampah platik kurang lebih menghasilkan 200 ml minyak cair, karya mereka ini mungkin menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius di perkotaan.


Alif dan Niko bisa kita jadikan contoh anak muda yg punya motifasi untuk memberikan solusi  dari permasalahan yang ada saat ini dengan sebuah karya yang bermanfaat dan berdayaguna walupun masih dalam lingkup kecil , tapi setidaknya mereka melakukannya dengan tindakan yang nyata. Ayo kawan kawan motifasi diri kalian supaya menjadi orang yang bermanfaat terutama untuk lingkungan sekitar anda sendiri.  TALK LESS DO MORE 





Kerajinan Yang Berharga Dari Limbah Kaca


Hampir setiap pagi pak Suparno dan istrinya terlihat di sebuah garasi di sebalah rumahnya di desa Sidodadi, kecamatan Temporejo Jember Jawa timur, di tangan pasutri itu kaca atau kaca bekas yg tidak berguna itu di olah menjadi barang berharga. Pembuatannya pun tak sulit, kaca bekas yg sudah di bersihkan di potong sesuai ukuran dan warna. 



Ukurannya di sesuikan dengan cetakan yg akan di buat, jika membuat asbak kecil ukuran kacanya pun kecil demikian pula sebaliknya. nah jika sudah terkumpul potongan kaca sesuai ukuran berarti kaca sudah siap untuk di susun dalam cetakan , perlu lem kaca agar kaca menempel satu dengan yg lain





"coba coba aja mas , pertama kan dari botol bir itu di pecahin gitu , kelihatannya kok bagus. saya kok ketika ngelihat kaca itu kok sayang di buang gitu kemudian saya manfaatkan itu teryata bagus" begitulah kata pak suparno





Setelah kaca sudah tersusun kemudian di amplaz supaya tidak berbahaya, kini kaca bekas itu sudah berubah menjadi barang yg bernilai ekonomis , harga yg paling murah seperti asbak hanya bernilai 5rb rupiah sampai dengan guci yg besar harganya mencapai 500rb rupiah. Beragam bentuk sesuai dengan selera customer , bisa jadi vas bunga , dekorasi dinding , asbak , guci atau tempat pensil. Setiap bulan pak Suparno bisa meraup untung hingga 3jt rupiah







Makanya temen temen kalo ada barang yg bisa di manfaatkan seperti kaca , jangan di buang begitu aja. manfaatkan menjadi sebuah barang yg mempunyai nilai ekonomis , seperti yang pak suparno lakukan.

Sumber : Panorama
















Sumber : IMS Net.tv












Sumber : Smk1 bojonggede

















Sumber : IMS .NetTv